Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

Mau Anak Pintar? Nikahilah Perempuan Pintar

Berbicara mengenai genetik dan hereditas memang tak pernah ada habisnya. Berbagai penelitian telah dilakukan dan menghasilkan teori-teori yang belum juga memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan tentang hereditas. Genetika memang sangat unik, ribet, dan menyimpan berjuta rahasia kehidupan. Hal inilah yang membuat manusia tak pernah bosan mempelajari Rantai dobel Helix yang tersusun atas gula ribosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen Adenin, Guanin, Sitosin, dan Timin dengan segala kerumitan susunan ikatan kimianya.

Dalam setiap sel manusia ada sebuah inti atau nukleus. Di dalam inti sel terdapat dua set (sepasang) genom manusia. Satu set genom berasal dari ibu, satu set lagi dari ayah. Perkecualian ada dalam sel telur dan sel sperma yang masing-masing memiliki satu set saja, dan sel darah merah yang tak memilikinya sama sekali. Setiap set genom terdiri atas 23 kromosom yang memiliki 80.000 gen lebih. Ketika manusia beranak pinak, mereka mewariskan satu set lengkap yang merupakan hasil saling tukar antara sebagian kromosom-kromosom ayah & ibu dalam prosedur yang disebut rekombinasi.


Apakah Kecerdasan Diturunkan?

Menjelang akhir 1997, seorang ilmuwan mengumumkan bahwa ia telah menemukan satu gen kecerdasan di kromosom 6. Orang kebanyakan memiliki urutan tertentu pada gen tsb, tapi anak-anak cerdas dengan IQ 160 yang diteliti olehnya memiliki urutan agak berbeda pada gen IGF2R tsb. Penemuan Robert Plomin ini segera mengundang kontroversi. Tak banyak perdebatan dalam sejarah sains yang berlangsung seseru perdebatan seputar kecerdasan. Parameter uji kecerdasan dengan IQ sendiri merupakan kontroversi. Di akhir 1990-an, banyak ilmuwan memperkenalkan kecerdasan yang lain: emotional, spiritual, adversity quotience, dll. Seorang pakar, Howard Gardner, bahkan telah mendefinisikan 9 jenis kecerdasan yang berbeda, di antaranya kecerdasan visual, kecerdasan verbal, kecerdasan musik, bahkan kecerdasan atletik. Penelitian yang terakhir ini rasanya lebih adil. Mengatakan Mozart, Hemingway, atau Zidane lebih bodoh daripada Newton, kini akan terdengar cukup konyol.


Penelitian lain dilakukan Thomas Bouchard. Dimulai th 1979, ia mengumpulkan pasangan-pasangan kembar terpisah dari seluruh dunia dan menguji kepribadian dan IQ mereka. Hasil yang diluar dugaan dari penelitian ini adalah korelasi antara anak-anak adopsi yang dibesarkan bersama ternyata nol. Artinya,tidak ada pengaruh asuhan keluarga terhadap IQ. Jika bukan asuhan keluarga,lalu apa yang menentukan IQ? Jawabnya adalah peran penting rahim seorang Ibu! Menurut studi lain, pengaruh peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kandungan terhadap kecerdasan tiga kali lebih besar dibanding apapun yang diperbuat oleh orangtua sesudah bayi lahir.


Kesimpulan yang dapat diambil dari studi tadi adalah, kali ini menurut Ridley, bahwa kira-kira separuh IQ kita dapatkan melalui pewarisan, dan kurang dari 20% berasal dari asuhan keluarga. Sisanya berasal dari kandungan, sekolah, dan teman sepergaulan. Sifat pewarisan IQ sewaktu anak-anak porsinya kurang lebih 45%, sedangkan pada masa akhir remaja naik menjadi 75%. Sejalan dengan pertumbuhan, anak secara berangsur mengekspresikan kecerdasan bawaan dan meninggalkan pengaruh-pengaruh sebelumnya yang ditanamkan orang lain.


Akhirnya, meskipun terbukti sahih bahwa kecerdasan diwariskan, sifat pewarisan bukan berarti tidak dapat berubah. Kecerdasan bawaan sangat berperan, sebagaimana pengaruh lingkungan asuhan tak dapat disepelekan. Ambillah orok dari sepasang suami-istri profesor mekanika kuantum dan doktor biologi molekuler, lalu besarkanlah ia di Nusa Tenggara Timur, tempat dimana anak-anak menderita marasmus. Tujuh belas tahun kemudian kita akan membuktikan kesimpulan Ridley.

 

Siapa yang Lebih Berperan dalam Mewariskan Kecerdasan pada Anak?

Faktor genetik seorang Ibu sangat berpengaruh terhadap kecerdasan anak. Menurut ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands Dr Ben Hamel “Pengaruh itu sedemikian besar karena tingkat kecerdasan seseorang terkait dengan kromosom X yang berasal dari ibu”. Karena itu, ibu yang cerdas berpotensi besar melahirkan anak yang cerdas pula. “Dengan demikian, lebih baik memiliki ibu yang cerdas daripada ayah yang cerdas,” ujar Hamel. Namun, kelainan genetika dari seorang ibu juga dapat diturunkan kepada anak-anaknya, termasuk di antaranya retardasi mental. Dalam keadaan normal, setiap manusia memiliki 23 pasang kromosom yang terdiri atas 22 pasang kromosom autosom dan sepasang kromosom seks. Ada 23 kromosom berasal dari ibu yang disebut kromosom XX dan 23 pasang lagi berasal dari ayah yang disebut kromosom XY.


Kromosom dari ayah dan ibu akan bergabung saat terjadinya fertilisasi, yaitu pertemuan antara sel sperma dan sel telur yang akan menghasilkan zigot. Dalam keadaan normal, zigot akan melakukan pembelahan sel secara mitosis sehingga setiap sel dalam tubuh manusia akan membawa informasi genetik yang sama. Otak dikatakan berfungsi optimal jika memiliki kemampuan berfikir kreatif dan innovative pada saat yang tepat. Untuk mendapatkan sel otak yang bisa berfungsi maksimal, selain factor genetic, juga dipengaruhi oleh asupan gizi, dan ransangan luar.


Genetik diturunkan dari kedua orang tua, asupan gizi dan ransangan dari luar tergantung dari bagaimana kita memenuhi kebutuhan gizi anak, dan melayani anak, apakah permainan, interaksi orang tua dan anak. Permainan edukatif dan yang banyak mengundang kreativitas anak tentu akan lebih baik untuk perkembangan otak yang sempurna. Sehingga kecerdasan yang sebenarnya itu adalah akumulasi dari genetic, supply gizi dan ransangan. Dengan artian walaupun orang tua mempunyai genetic yang baik, tapi anak tidak diberi makanan yang baik dan tanpa diransang justru kecerdasan itu tidak akan muncul sempurna.

 

Bagaimana Seorang Ibu Berperan Penting dalam Pewarisan Kecerdasan Anak?

 Bagaimana bisa seorang ibu menjadi penentu kecerdasan anak-anaknya? Mungkin pertanyaan ini akan terdengar kurang indah di telinga kaum laki-laki karena pada dasarnya seorang anak terlahir dari pertemuan antara sperma (laki-laki) dan ovum (perempuan) melalui proses fertilisasi dimana setelah terjadi proses fertilisasi tersebut, kedua sel gamet itu akan melebur menjadi satu dan membentuk zygot kemudian membelah menjadi morula blastula, gastrula, dan berdiferensiasi menjadi makhluk hidup kecil di dalam rahim yg disebut dengan fetus (janin).

Ovum merupakan sel gamet yang terdiri dari inti sel dan sitoplasma lengkap dengan organel-organel yang akan berperan dalam proses pembelahan dan perbanyakan sel. Sperma merupakan sel gamet yang terdiri atas kepala dengan inti sel dan ekor yang mengandung mitokondria sebagai pemberi energi bagi pergerakan sperma. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa 14 jam setelah proses fertilisasi maka ekor sperma yang mengandung mitokondria akan dilepas dan dibuang, inti sel ovum dan sperma akan melebur menjadi satu sehingga terbentuklah sel baru (zygot) 2n. Inti zigot merupakan gabungan antara inti sperma dan ovum sedangkan sitoplasma dan organel-organel sel berasal dari organel sel ovum. Dari penjelasan ini dapat diketahui bahwa prosentase peran ovum lebih besar daripada sperma dalam aktivitas pembelahan sel selanjutnya.


Di sinilah awal peran Ibu dalam menentukan kecerdasan, yaitu melalui mitokondria. Yang menarik, mitokondria ini hanya diwariskan oleh ibu, tidak oleh ayah. Sebab, mitokondria berasal dari sel telur bukan dari sel sperma (sebagaimana penjelasan sebelumnya). Dalam setiap sel manusia ada sebuah organela yang sangat strategis fungsinya. Organela ini dinamakan mitokondria. Organelnya berongga berbentuk bulat lonjong, selaputnya terdiri dari dua lapis membran, membran dalam bertonjolan ke dalam rongga (matriks), serta mengandung banyak enzim pernapasan. Tugas utama mitokondria adalah memproduksi kimia tubuh bernama ATP (adenosin tri phosphat). Energi hasil reaksi dari ATP inilah yang menjadi sumber energi bagi manusia. Mitokondria bersifat semiotonom karena 40 persen kebutuhan protein dan enzimnya dihasilkan sendiri oleh gennya. Mitokondria adalah salah-satu bagian sel yang punya DNA sendiri, selebihnya dihasilkan gen di inti sel. Itulah sebabnya investasi seorang ibu dalam diri anak mencapai 75 persen.


Kita dapat berkata, inilah organela cinta seorang ibu yang menghubungkan kita dengan Allah serta kesemestaan. Tanpa mitokondria hidup menjadi hampa, tidak ada energi yang mampu menggelorakan semangat hidup. Tanpa mitokondria kita tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, hingga akhirnya tidak bisa membaca. Allah SWT berfirman, Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur (QS As Sajdah [32]: 9). Tanpa adanya mitokondria di mata, kita akan buta. Tanpa adanya mitokondria di telinga, kita akan tuli. Sesungguhnya, kita menjadi “buta” dan “tuli”, boleh jadi karena ibu tidak ridha mewariskannya. Ridha seorang ibu adalah syarat datangnya kebahagiaan. Di sini kita dapat membayangkan, betapa perjuangan seorang ibu tidak hanya sebatas hamil, melahir, menyusui, merawat, serta membesarkan anak-anaknya.


Ibu pun harus mewariskan fungsi biologis yang sempurna agar kita dapat merasakan indahnya dunia. Sudahkah kita membalas cinta ibu? Secara teori, kecerdasan anak mungkin sangat dipengaruhi oleh kecerdasan seorang ibu. Namun, fenotip (penampakan) yang kita lihat bukanlah melulu hasil dari faktor genetik melainkan hasil interaksi dengan lingkungan juga. Manusia hanya berusaha untuk mengetahui dan mempelajari kalam Allah. Allahlah yang Maha mengetahui atas segala penciptaan alam semesta.

Selasa, 28 September 2010

Jalan-Jalan ke Luar Angkasa Silaturahim dengan Alien (bagian 1)

Hey.. hey.. siapa dulu yang waktu kecil suka berkhayal bahwa di tahun 2000 itu kita sudah punya teknologi yang super canggih. Yah... maklum lah... soalnya saya kan produk keluaran pertengahan tahun 80-an gitu, jadi saat sedang masa asik-asiknya berkhayal itu adalah sekitar tahun 90-an. Waktu itu saya sering berkhayal bahwa tahun 2000 kita sudah punya mobil yang bisa terbang, motor bisa terbang, rumah-rumah bentuknya seperti kapsul besar, pembantu rumah tangganya pake robot canggih yang sangat mirip manusia. Mirip seperti yang ditampilkan di film-film fiksi ilmiah seperti Star Trek dimana tiap makhluk penghuni di seluruh galaksi alam semesta dapat saling berhubungan. Orang Bumi bisa ketemuan sama orang Mars, atau dari planet di sistem tata surya yang lain. Wah... keren... hahaha!

Oops... bentar-bentar, jadi keceplosan ngomongin adanya makhluk lain yang hidup selain di Bumi nih. Hehehe... ngomongin yang satu ini saya yakin masih banyak pro dan kontra. Ada orang yang percaya dan ada juga yang nggak. Yah... hak masing-masing sih, silahkan saja mau percaya apa nggak! Tapi kalau saya pribadi sih, PERCAYA! We are not alone in the universe. Ehemmm... mudah-mudahan sudah mulai hot nih pembahasannya.

Okay saya mengerti kalau ada beberapa orang yang tidak percaya bahwa kemungkinan ada makhluk hidup lain selain yang ada di Bumi. Orang-orang biasa menyebut mereka dengan "alien". Artinya adalah "makhluk asing". Tapi kalau saya sih terus terang agak kurang setuju dengan penyebutan alien. Sebab kalau disebut makhluk alien, seolah-olah seperti ada makhluk lain selain manusia, malaikat, jin, hewan, dan tumbuhan. Padahal, kalau merunut di Al-Qur'an, yang namanya makhluk Allah ya hanya tergolong apakah dia manusia, malaikat, jin, hewan, atau tumbuhan saja, gak ada yang namanya alien. Tapi ya karena orang sudah lebih akrab dengan istilah itu, ya sudah lah... asal jangan dikaburkan saja maknanya.

Sekarang mari kita mulai cerita kali ini dengan penggambaran sebesar atau seluas apa sebenarnya alam semesta kita ini.

Yuk kita lihat dan baca terjemahan Al-Qur'an dari surah Ath-Thalaq ayat 12. Sengaja di sini saya mengutip terjemahan ayat dari beberapa sumber agar bisa dibandingkan antara satu terjemahan dengan terjemahan yang lainnya.

1. Terjemahan Departemen Agama RI:

"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu."

2. Dari http://etext.virginia.edu:
"Allah is He Who created seven heavens, and of the earth the like of them; the decree continues to descend among them, that you may know that Allah has power over all things and that Allah indeed encompasses all things in (His) knowledge."

3. Terjemahan Bahasa Inggris:
"GOD created seven universes and the same number of earths. The commands flow among them. This is to let you know that GOD is Omnipotent, and that GOD is fully aware of all things."



Jarak bumi dan matahari kurang lebih 149.680.000 atau hampir 500 detik perjalanan cahaya yang mendekati 300 ribu km per detik. Tapi kalau dibandingkan dengan naik bus jurusan Jakarta - Surabaya yang suka ngebut dengan kecepatan 100 km per jam biar di belokan dan bukan tol, waktu tempuhnya lebih dari 62 ribu hari atau 170 tahunanlah. Itupun kalau bus nya nggak mogok, nggak ada macet atau kecelakaan yang mengorbankan penumpang.

Bayangin deh, Nyaris segala bentuk kehidupan yang ada di bumi ini ditentukan oleh kehadiran matahari yang besarnya juga hampir 1.000.000 kali ukuran bumi. Yang perlu diketahui juga, matahari hanyalah 1 bintang dari jutaan trilyun bintang yang ada di alam semesta. Tau nggak luas alam semesta yang saat ini diketahui berapa luasnya? Ternyata ukurannya sejauh 78 milyar tahun cahaya. Itu artinya jarak yang dapat ditempuh oleh berkas cahaya dalam waktu 78 milyar tahun. Kalau kecepatan cahaya sendiri adalah 300.000 km/detik. Nah silahkan hitung sendiri deh berapa jaraknya!

Oke mungkin kita semua bingung akan besaran angka yang ditulis di atas. Otak kita tidak terbiasa membayangkan besaran atau seberapa luas kah yang namanya 78 milyar tahun cahaya itu. Jadi kalau gitu sekarang mari kita bikin lebih simpel. Tahun 1995, teleskop Hubble pernah merekam gambar selama 10 hari ke salah satu bagian sudut luar angkasa. Hasilnya adalah sebuah gambaran yang luar biasa mengenai Jagad Raya. Ribuan galaksi terpampang pada gambar tersebut. Kira0kira sekitar 3.000 galaksi ditampakkan dari hanya satu sudut angkasa saja, yang sebelumnya tampak kosong belaka.

Kita tinggal pada sebuah planet, satu di antara 8 buah yang terdapat di Tata Surya kita (Pluto sudah dianggap bukan planet anggota sistem Tata Surya Bima Sakti lagi). Planet-planet itu mengelilingi sebuah bintang (matahari). Bintang atau matahari kita terletak pada galaksi 1 di antara 500 milyar bintang-bintang lain yang ada pada Galaksi Bima Sakti.

Gambar di bawah ini adalah gambar paling jelas yang pernah diambil oleh teleskop Hubble adalah gambar Galaksi Spiral yang ada di gugusan Ursa Mayor. Sebuah Galaksi yang mirip dengan Galaksi kita. Setiap titik cahaya yang tampak di sana adalah bintang. Sebagian lebih besar dan sebagian lain lebih kecil dari matahari kita, namun semuanya adalah bintang. Banyak di antara bintang-bintang tersebut memiliki planet-planet yang mengitarinya. Melihat gambar ini, ide bahwa planet Bumi mungkin merupakan satu-satunya planet di Jagad Raya yang terdapat kehidupan justru terdengar aneh! Yang tampak justru adalah;sepertinya ada banyak planet yang mungkin mirip dengan planet kita. Galaksi kita, hanya 1 di antara banyak galaksi dalam kelompok lokal kita. Dan terdapat banyak, sangat banyak galaksi.


Saat kita memandang ke angkasa, kita hanya bisa melihat sekitar 3.000 bintang di langit malam yang cerah. Dengan begitu, akan mudah menganggap semua itulah yang ada. Jagad Raya bahkan kedengarannya tidak terlalu besar. Foto 'Bagian Dalam' yang diambil teleskop Hubble telah bisa memberikan sedikit gambaran mengenai beberapa besar kira-kira Jagad Raya kita. Tapi ceritanya nggak berhenti sampai di sana lho!

Selanjutnya, bulan September 2003, Teleskop Hubble mengambil gambar lagi. Kali ini, ia menyoroti sisi lain dari Jagad Raya dan merekam gambar selama kira-kira 11 hari. Menggunakan peralatan deteksi, serta filter yang diperbarui, dan kali ini kita mendapat gambar yang seperti ini:



Gambar di atas yang disebut dengan gambar Ultra Dalam. Untuk menunjukkan bagian paling jauh yang pernah kita amati di Jagad Raya. Lebih dari 10.000 galaksi terfoto dalam gambar ini. Tiap-tiap titik, berkas, maupun goresan-goresan tipis adalah GALAKSI. Dan pada tiap bagian titik-titik ini terdapat berjuta-juta bintang. Setiap bintang punya kemungkinan memiliki planet-planet yang mengelilinginya. Begitu juga setiap planet punya kemungkinan untuk terdapat kehidupan. Itulah yang sesungguhnya kita lihat. Pada saat kita tatap bagian langit yang tampaknya kosong belaka, angka tadi adalah jumlah galaksi dalam satu gambar. Ini merupakan gambaran dari 78 milyar tahun cahaya. Sebuah gambaran mengenai betapa kecilnya kita sesungguhnya.

(masih bersambung loh... )

Rabu, 15 September 2010

Selama Ini Kita Telah "Ditipu" Oleh Otak Kita Sendiri

Untuk mulai membahas, maka kali ini akan saya awali dengan sebuah pertanyaan, "Pernahkah kawan-kawan berpikir bahwa apa yang ada di sekeliling kita itu tidak lebih hanya sekumpulan ilusi yang dibentuk oleh otak kita?"

Apa yang akan saya jelaskan sebenarnya sudah tercantum dengan sangat gamblang dalam Al-Qur'an. Di beberapa ayat, Allah SWT memberi petunjuk bahwa dunia ini hanyalah ilusi, sesuatu yang fana dan tidak absolut, sesuatu yang menipu dan penuh senda gurau, dan penggambaran-penggambaran lainnya yang semakna.

Setidaknya saya menemukan ada beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang mempertegas pernyataan di awal tadi. Bahwa dunia dan segala yang ada di dalamnya tidak lebih hanyalah tipu daya belaka! Berikut ini adalah beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang menjelaskan tentang hal tersebut:


1. Al-Qur'an menyebutkan bahwa kehidupan di dunia tidak lebih hanya main-main dan senda gurau semata:

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (QS. Al-An'Am: 32)

"Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia...." (QS. Al-An'am: 70)

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-Ankabut: 64)

"Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu." (QS. Muhammad: 36)


2. Al-Qur'an menyebutkan bahwa kehidupan di dunia adalah tipuan semata:

"Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir." (QS. Al-An'am: 130)

"(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka...." (QS. Al-A'raf: 51)

"Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia..." (QS. Al-Jatsiyah: 35)

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.  Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Al-Hadid: 20)


3. Peringatan Allah agar manusia tidak terpedaya dengan kehidupan dunia:

"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." (QS. Al-Fathir: 5)

"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun.  Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah." (QS. Lukman: 31)


Tanpa perlu saya cantumkan kembali ayat-ayat tersebut di tulisan ini, saya yakin banyak orang yang sudah mengetahui akan hal itu. Hanya saja sayangnya kebanyakan orang pemikirannya terhenti hanya sebatas pada sisi ke-fana-an duniawi saja. Sisi yang saya maksud tersebut adalah lebih pada sisi zuhudnya saja. Banyak orang yang akhirnya menyikapi ayat-ayat tersebut dengan hidup yang sederhana saja (karena memang Allah katakan bahwa kehidupan dunia itu hanya tipu daya belaka), tetapi tanpa pernah memikirkan lebih lanjut sebenarnya apa yang Allah maksud dengan "kehidupan dunia yang menipu, memperdaya, senda gurau, dan main-main" tersebut. Padahal jika saja kita mau merenungkan dan memikirkan lebih dalam, niscaya kita bisa temukan jawaban secara pendekatan ilmiahnya. Penjelasan secara ilmiah yang inilah yang saya maksud akan sulit difahami atau bahkan dipercaya seperti yang telah saya katakan di awal.

Fakta mencengangkan mengenai hal ini semuanya bermula ketika atom dan permodelan strukturnya ditemukan. Dulu manusia mengira bahwa atom adalah penyusun materi yang paling kecil. Namun, penelitian terbaru di awal abad ke-21 ternyata menghasilkan fakta baru. Atom bukan penyusun materi yang paling kecil, melainkan masih ada lagi unsur penyusun atom yang ukurannya pasti jauh lebih kecil daripada atom itu sendiri.
Partikel penyusun atom itu lah yang disebut dengan quark. Sebagaimana telah kita ketahui, bahwa atom adalah suatu molekul/zat dasar penyusun materi. Materi apa pun itu, pasti tersusun atas kumpulan atom-atom. Dalam satu molekul atom, bisa tersusun dari beberapa partikel proton, elektron, dan neutron. Partikel-partikel dalam satu molekul atom tersebut terus berrevolusi mengelilingi inti atom sesuai pada orbitnya masing-masing, sama seperti halnya planet-planet dalam sistem galaksi Bima Sakti berrevolusi mengelilingi Matahari. Karena partikel-partikel dalam atom tersebut yang terus berputar mengelilingi inti atom, maka dapat kita ketahui bahwa di antara partikel-partikel dalam atom tersebut sebenarnya hanyalah ruang-ruang kosong. Sama halnya ketika kita membayangkan pergerakan planet di sistem Tata Surya kita. Antara planet Bumi dengan planet Venus tentunya dipisahkan oleh ruang hampa, bukan?! Hal ini lah yang selanjutnya masih menjadi pertanyaan besar dalam bidang fisika quantum. Bagaimana mungkin sebuah atom yang sebenarnya terdiri dari ruang kosong mampu membentuk materi yang berwujud cair, padat, atau gas?

Namun, pertanyaannya ternyata tidak berhenti sampai di sana. Jika memang atom-atom penyusun materi tersebut adalah suatu ruang kosong, maka bagaimana mungkin kita dapat merasakan keberadaan materi tersebut? Agar lebih jelas, mari saya gambarkan lewat sebuah contoh berupa meja. Meja tentunya merupakan wujud suatu materi. Sebagaimana telah dijelaskan tadi, bahwa setiap materi tersusun atas atom. Dalam atom sendiri sebenarnya terdapat ruang-ruang kosong yang memisahkan antara satu partikel dengan partikel lain. Tapi pada kenyataannya sekarang, lewat kumpulan atom yang tidak lain hanya ruang-ruang kosong tersebut kita bisa memegang, melihat, dan merasakan bahwa meja itu memang benar ada dan masif. Padahal sebenarnya bukan kah meja tersebut terkumpul dari atom-atom yang memiliki ruang yang kosong? Lalu bagaimana mungkin sekumpulan atom-atom yang memiliki ruang kosong tersebut dapat membentuk sebuah wujud materi yang padat seperti meja?

Sebenarnya hal itu bisa terjadi dikarenakan apapun yang kita persepsikan sebagai "dunia luar", sebenarnya merupakan serial dari sinyal-sinyal elektrik semata. Yang saya maksud dengan "dunia luar" adalah segala sesuatu yang ada di luar kita atau lingkungan sekitar kita. Coba kita ambil contoh "penglihatan". Kita bertanya "bagaimana kita bisa melihat?" Jawaban gampangnya tentu "karena adanya mata". Padahal jawaban yang sebenarnya tidak segampang itu.

Kita bisa melihat benda itu dikarenakan serangkaian proses yang terjadi di dalam mata dan otak kita sendiri. Pertama, berkas cahaya yang dinamakan foton masuk ke mata kita setelah memantul dari benda yang tersinari cahaya. Selanjutnya foton-foton tersebut akan dikonversikan ke dalam sinyal-sinyal listrik dan dibawa ke otak kita dalam bentuk ini. Jadi, apa yang sampai ke mata kita sebenarnya bukanlah foton-foton dari objek yang kita lihat, melainkan sinyal-sinyal yang dihasilkan dari reaksi foton yang mengenai lapisan tertentu dari mata. Dengan kata lain, pusat penglihatan yang ada di dalam otak tidak memproses cahaya dari objek, melainkan justru copy/salinan dari cahaya tersebut lah yang sudah berbentuk sinyal-sinyal elektrik. Saat kita bilang "saya sedang melihat benda ini", kita sebenarnya tidak sedang melihatnya. Apa yang kita lihat adalah sinyal-sinyal elektrik yang menggambarkan objek/benda tersebut di dalam otak kita. Apa pun yang kita lihat, termasuk alam semesta, sebenarnya hanya melalui pusat penglihatan kita yang ukurannya hanya beberapa centimeter persegi saja!!!

Dengan demikian, bisa dikatakan kalau sebenarnya kita bukan melihat dengan mata, tapi justru dengan pusat penglihatan kita. Ini bertentangan dengan pendapat yang diketahui selama ini. Sebab terbukti, tidak ada cahaya yang masuk ke otak. Otak kita selalu dalam keadaan gelap. Kita dapati hasilnya selalu nihil cahaya, meskipun saat itu orang yang bersangkutan sedang memandang matahari secara langsung. Pantulan cahaya dari benda yang kita lihat tidak pernah masuk dan sampai ke otak sama sekali. Kesimpulannya, otak tidak pernah melihat objek itu sendiri, namun otak hanya mempersepsikan sinyal elektrik dari objek yang dilihat.

Seorang ilmuwan, Bertrand Russle, dalam bukunya The ABC of Relativity memberi contoh berikut:

"Pendapat awam membayangkan bahwa ketika kita melihat meja, kita melihat meja. Ini adalah delusi kasar. Ketika awam melihat meja, sebuah gelombang cahaya mencapai mata, kemudian diasosiasikan dengan sensasi sentuhan dalam pengalaman sebelumnya, dan juga dari pengakuan orang lain yang juga melihat meja itu, maka dianggaplah bahwa kita bisa benar-benar menemukan meja (jika memang meja itu ada). Kejadiannya adalah: Gelombang cahaya menyentuh mata, menimbulkan keadaan tertentu di mata kita. Keadaan itu kemudian menyebabkan keadaan-keadaan lain di dalam otak kita, dan kemudian kita menyangka melihat meja, meskipun sebenarnya mungkin saja keadaan-keadaan itu dapat terjadi tanpa benar-benar ada meja di sana."

Proses mendengar juga tidak berbeda dengan yang lain. Gelombang bunyi mencapai telinga kemudian dikonversikan ke dalam sinyal-sinyal elektrik dan dibawa oleh sel saraf ke pusat pendengaran. Sebagaimana dengan mekanisme 'melihat' tadi, yang  sampai ke otak adalah sinyal-sinyal elektrik yang merupakan copy gelombang bunyi tadi.

Fakta yang berhubungan dengan penglihatan ini ternyata juga sama pada indera-indera yang lain. Kita mencium sinyal-sinyal elektrik, mendengar sinyal-sinyal elektrik, termasuk kita mengecap sinyal-sinyal elektrik saat makan.

Sejauh ini, jelaslah bahwa semua objek yang kita lihat, sentuh dan raba, cuma sinyal-sinyal yang diproduksi dan diinterpretasikan di dalam otak kita.

Dengan demikian, "dunia luar" yang diperkenalkan kepada kita oleh indera kita, adalah sekumpulan copy berbentuk sinyal elektrik semata. Otak kita, sepanjang hidupnya, memproses dan mengevaluasi copy-copy ini.

Kita selama ini percaya bahwa kita terhubungkan dengan objek yang "sesungguhnya", tapi ternyata kita hanya berhubungan dengan copy dari image-image objek. Tanpa kita pernah tahu apakah objek/benda itu memang benar-benar ada !!!

Pembahasan kita tidak berhenti hanya sampai di sini. Jika sekarang telah terbukti bahwa apa yang kita lihat, dengar, pegang, dan kecap dengan seluruh indera kita ternyata tidak lebih dari sekumpulan sinyal-sinyal elektrik yang dipersepsikan oleh otak. Lalu bagaimana sebenarnya dengan otak kita sendiri? Bukan kah otak kita juga merupakan wujud dari objek/benda/materi?

Sebagai ilustasi, sekarang mari kita anggap bahwa kita dapat memanjangkan saraf-saraf antara mata dengan pusat penglihatan di otak kita. Lalu kita dapat mengeluarkan otak kita tepat di depan mata kita dengan kondisi saraf-saraf penghubung organ mata dengan otak masih berfungsi normal. Bukankah dengan begitu kita juga dapat melihat otak kita sendiri? Dengan demikian, sama halnya dengan benda-benda atau materi yang lainnya. Otak kita juga memang tidak berbeda dengan materi yang selama ini kita lihat atau indera. Otak juga adalah materi yang terlihat seolah-olah memiliki wujud seperti yang kita lihat.

Dengan demikian semakin jelas, bahwa apa yang kita lihat, cium, rasakan, dengan segala indera yang kita miliki dalam tubuh sebenarnya tidak lebih daripada interpetasi otak sendiri terhadap benda-benda tersebut. Kita tidak pernah tahu secara pasti bagaimana sebenarnya wujud atau keberadaan benda-benda di sekitar kita karena yang kita lihat adalah hanya bentuk intepretasi dari otak. Secara sederhana dapat kita anggap bahwa dalam otak telah dimuat segala macam informasi yang mirip seperti sebuah super komputer yang sangat canggih. Di dalamnya terdapat berbagai macam data dan software yang sewaktu-waktu dapat kita panggil atau tampilkan sesuai dengan yang kita inginkan. Allah lah yang membuat dan mendesain software, data-data, serta segala sesuatu yang terkait dengannya, sedangkan kita hanya bisa menggunakan tanpa bisa mengubah. Dengan demikian, tentu kita hanya tahu sebatas apa yang telah ada dalam desain tersebut, tanpa pernah tahu proses kerja pembuatan software tersebut, apalagi ada rahasia apa di baliknya. Sebagai contoh lagi, kita melihat bahwa batu itu bentuknya ada yang lonjong, bulat, atau kisut karena memang otak kita menerjemahkan bahwa bentuk batu tersebut seperti itu. Tapi sekali lagi, tanpa kita pernah tahu apakah bentuk original dari batu itu memang seperti itu?! Bahkan secara ekstrim dapat juga saya simpulkan bahwa sebenarnya bukan kita yang ada di dalam alam semesta, melainkan alam semesta lah yang ada di dalam otak kita! Otak kita sendiri lah yang selama ini menciptakan berbagai intepretasi tentang "dunia luar" yang ada di sekitar kita.

Rasanya hampir lucu sekali ketika saya katakan bahwa selama ini kita hidup dalam dunia yang sebenarnya dibentuk oleh otak kita sendiri. Tapi memang begitulah fakta yang sebenarnya terjadi.

Jika sampai penjelasan sekarang ini kita berkesimpulan bahwa otak, sang penerjemah "dunia luar", juga merupakan bagian dari "dunia luar" itu sendiri, lantas siapakah sebenarnya yang dapat melihat, mencium, memegang, meraba, mendengar, tanpa melalui indera dalam tubuh kita? Dia tentu adalah sebuah zat yang tidak tergolong materi, sosoknya absolut, dan bersumber dari kekuatan Ilahiah. Itulah ruh. Nyawa kita sendiri. Ruh yang telah Allah tiupkan sejak usia ke-4 bulan kita dalam kandungan ibu kita. Itu lah sosok yang sebenarnya ada dan bersifat kekal.

Jumat, 28 Mei 2010

Nasib Ilmuwan Indonesia, Terasing di Negeri Sendiri.

Hanya ingin curhat sebagai seorang mahasiswa yang sedang menunaikan tugas belajar negeri asing. Saya seringkali mendapat "cibiran" dari saudara sendiri sebangsa setanah air di dalam negeri. Entah kenapa, tetapi saya merasa ada saja yang memandang sinis bahwa saya seolah-olah sudah tidak peduli lagi dengan negara asal, Indonesia. Beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang mengatakan bahwa saya hanya mencari keuntungan dan berorientasi hanya kepada uang. Kalau pun uang bukan lah sesuatu yang layak disebut ukuran, tapi memang kenyataannya sangat berbanding terbalik dengan kemampuan yang kita punya. Oke... mungkin uang atau materi hanya sesuatu yang klise untuk dibahas. Betapa tingginya idealisme mereka yang "mencibir" saya tidak peduli dengan nasib bangsa sendiri hingga berpaling ke lain hati. Hanya satu hal yang saya lihat, mereka bisa berkata begitu tentu karena tidak ada dalam posisi yang sama seperti yang saya rasakan. Siapa pun orangnya, akan sangat mudah mengkritik, dengan kritikan yang terkesan menjatuhkan karena mereka tidak ada dalam sudut pandang yang sama dengan orang yang mereka kritik. Contoh sederhananya adalah seperti penonton/pengamat sepak bola. Begitu asiknya mereka mengomentari kiper bodoh, wasit goblok, striker tidak becus ketika tim jagoan mereka kebobolan goal. Sementara jika mereka sendiri bermain di lapangan belum tentu lah mereka bisa melakukan se-idelal yang mereka bicarakan!

Sekedar sharing saja supaya wawasan kita terbuka (sedikit). Tahukah kamu berapa gaji seorang profesor yang sudah berdinas sekitar 40 tahun, dihitung sejak pertama kali mengajar di perguruan tinggi? Mereja ternyata hanya menerima gaji (pokok) kurang lebih Rp 2,7 juta per bulan, atau lebih sedikit tergantung kepada ukuran keluarga yang masih berada di bawah tanggungannya. Sekiranya sang profesor masih punya tanggungan anak yang kuliah satu atau dua orang, kamu bisa membayangkan betapa sulit baginya untuk mengatur budget rumah tangga. Atau, bahkan tanpa berutang, dapur bisa berhenti berasap, karena pendapatan setiap bulan benar-benar berada dalam sistem ''menghina''.

Bandingkan dengan seorang anggota DPRD di daerah yang punya PAD (Penghasilan Asli Daerah) tinggi, yang menerima gaji sekitar Rp 40 juta per bulan. Tidak peduli apakah anggota ini punya ijazah asli atau palsu yang belum ketahuan, pendapatannya sama. Sehingga pantas lah sangat banyak orang berlomba-lomba ingin jadi wakil rakyat, bahkan ada juga yang sampai menghabiskan uang ratusan hingga milyaran rupiah demi mewujudkan obsesi mereka.

Untuk menandingi perdapatan per bulan anggota DPRD yang (katanya) terhormat ini, seorang profesor harus bekerja sekitar 15 bulan, baru imbang. Inilah panorama kesenjangan yang amat buruk yang berlaku sampai sekarang di Indonesia. Jangankan dengan wakil rakyat dengan PAD tinggi, di daerah minus sekalipun, dengan pendapatan sekitar Rp 5 juta per bulan, seorang profesor botak tidak bisa menandingi.

Memang, ada sejumlah kecil profesor atau doktor yang punya penghasilan tambahan yang cukup tinggi sebagai konsultan, dosen di luar negeri, merangkap jadi anggota DPR, komisaris atau penasihat bank, ikut proyek, atau mengajar di beberapa tempat, dan lain-lain. Tetapi, standar gaji mereka, ya seperti tersebut di atas itu.

Dengan kenyataan seperti itu, mana mungkin seorang profesor punya karier akademik yang menjulang tinggi. Dana untuk beli buku sudah tersedot untuk kepentingan survival, sekadar bertahan hidup untuk kebutuhan sehari-hari sekeluarga.

Tulisan ini tidak ingin memberi kesan bahwa seorang profesor itu perlu diberi perhatian khusus. Sama sekali tidak. Tetapi makhluk yang satu ini, apalagi mereka yang mendapatkan Ph.D di luar negeri, adalah pekerja keras dengan membanting otak selama bertahun-tahun. Tugasnya kemudian adalah untuk turut "mencerdaskan kehidupan bangsa" pada tingkat perguruan tinggi.

Pemegang Ph.D setelah pulang ke Tanah Air tentu harus berpikir keras lebih dulu bagaimana agar rumah tangga bisa bertahan. Bagaimana pun itu adalah hal yang sangat wajar, karena merupakan kebutuhan yang paling mendasar dan lebih prioritas. Urusan beli buku referensi terpaksa menjadi agenda nomor sekian. Padahal tanpa buku dan jurnal, seorang pemegang PhD pasti akan kehabisan stok, tidak bisa meng-update (menyegarkan) ilmunya. Akibatnya, buku-buku terbitan puluhan tahun yang lalu dikunyah lagi untuk bahan perkuliahan.

Dengan kenyataan seperti ini, mana mungkin orang dapat berharap kualitas perguruan tinggi kita akan terbang tinggi dibandingkan dengan mitranya di negara tetangga saja. Kualitas pendidikan kita sudah terlalu jauh di bawah standar, termasuk perguruan tinggi yang biasa disebut sebagai pusat keunggulan.

Dengan rendahnya mutu lulusan kita, akan sangat kecil kemungkinan bangsa ini akan mampu bersaing pada tingkat regional untuk mengisi lapangan kerja yang terbuka lebar sebenarnya. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris yang sangat lemah bagi lulusan kita menambah lagi daftar buruk kita untuk mampu bersaing di dunia kerja untuk perusahaan-perusahaan asing di kawasan Asia Tenggara, misalnya.

Sebagai perbandingan, di Malaysia gaji seorang profesor penuh (full professor) hampir dua kali lipat gaji anggota parlemen federal. Di Indonesia gaji seorang anggota DPR pusat sekitar 19 kali lipat gaji seorang profesor penuh per bulan. Maka, orang tidak boleh kaget lagi jika dunia akademik dan keilmuan kita semakin suram dan buram dari waktu ke waktu, sementara dunia politik kita semakin berkibar tetapi kumuh, ditambah lagi masih saja sebagian politisi DPR kita merangkap jadi calo proyek.

Masalah materi atau finansial hanya sebagian kecil dari fenomena betapa banyaknya hal "lucu" yang terjadi di negeri kita ini.

Sepulang studi umumnya para ilmuwan itu sering frustrasi karena pekerjaan mereka tidak ditopang peralatan dan orientasi ke depan. Kalau tidak percaya, silahkan berkunjung ke beberapa lembaga penelitian di Indonesia, fasilitas kerja kurang dan tidak ada dana penelitian, kasihan mereka.

Padahal tahun lalu saja anggaran China untuk mengembangkan bidang iptek mencapai 2 persen dari anggaran nasional mereka, sedangkan Indonesia hanya 0,5 persen. Jangan tanya Jepang dan Korea, mereka di atas 2 persen.

Pengiriman calon ilmuwan dan ilmuwan yang sudah jadi ke luar negeri sangat strategis dalam upaya mendongkrak daya saing bangsa sehingga kelak menjadi motor penggerak dan inovator di berbagai bidang. Namun, ilmu yang diperoleh anak bangsa di luar negeri itu tidak ada artinya jika mereka tidak diberi kesempatan berperan dalam masyarakat. Sehingga akhirnya segelintir ilmuwan ada yang kecewa dengan iklim penelitian di dalam negeri sehingga mereka lebih tertarik untuk tinggal dan bekerja di luar negeri. Tetapi, itu hanya sebagian kecil. Pada sisi lain, hal itu juga memungkinkan bagi anak bangsa terbaik untuk mengharumkan nama negeri kita di luar negeri. Toh, diam-diam mereka tetap menjalin komunikasi dengan sesama ilmuwan di dalam negeri dan memungkinkan transformasi teknologi kok.

Jadi bagaimana sekarang? Tidak malu? Pertanyaan ini sudah tidak relevan lagi untuk Indonesia, sebab peradaban bangsa ini baru sampai sebatas itu. Akan tenggelamkah kita? Semoga tidak! Anak bangsa yang masih punya hati nurani harus bangkit menolong perahu republik ini agar tidak semakin dipermalukan dunia. Semoga saya, Anda, kita semua putra putri bangsa yang saat ini sedang mengemban tugas mulia belajar di negeri orang, menjadi bagian dari pendobrak perubahan di negeri kita tercinta.

Sabtu, 27 Februari 2010

Kenali Tubuhmu, Maka Engkau Semakin Beriman!

Socrates pernah berkata: "Jika kamu ingin mengenal Tuhanmu, maka kenalilah dirimu sendiri" maksud dari kalimat ini adalah: kita bisa mengenal keMahabesaran Allah SWT dengan memperhatikan apa yang ada pada diri kita sendiri. Ilmu pengetahuan semakin membuat kamu mengerti akan kekuasaan Allah yang tidak terbatas!

Mari kita bahas berbagai keajaiban dalam tubuh kita:
 
1. OTAK = KOMPUTER

Setiap neuron (sel saraf) terdiri dari satuan-satuan yang hanya bertanggungjawab untuk meneruskan informasi. Satu otak saja bisa memproses kerja yang sama dengan 4,5 juta transistor pada mikroprosesor modern. Jumlah jutaan ini jadi gak berarti jika dibandingkan dengan 10 miliar neuron-neuron yang sangat tangguh dalam memindahkan informasi dalam otak. Tambahan lagi, gak ada produk industri pengenal rasa bau kayak dalam otak.

2. HORMON = SURAT

Segala hal dalam tubuh merupakan suatu bentuk komunikasi. Banyak pesan dalam bentuk hormon yang tersusun atas molekul-molekul besar. Gak ada alat penerima pada paket-paket pesan yang dibawa hormon. Molekul-molekul yang berlalu-lalang bebas di dalam sistem peredaran darah dan di antara sel neuron. Akan tetapi, paket-paket tersebut senantiasa mencapai tempatnya karena alat-alat tubuh yang menerima pesan tersebut dilengkap dengan sensor-sensor khusus.
 
3. KERANGKA = RANGKA MOBIL

Ada 2 akibat utama yang mungkin terjadi pada sistem apa pun yang menerima guncangan. Hal ini bisa menyebabkan lubang/menyebabkan bagiannya patah. Rangka makhluk hidup dan rangka mobil telah dirancang untuk mengurangi guncangan pada tubuh. Tapi, rangka mobil kemampuannya gak seperti tulang yang bisa memperbaiki dirinya sendiri.

4. OTOT & PENGELUARAN KERINGAT = AC

Gerakan otot menyebabkan pemanasan tubuh dalam cuaca dingin. Otot-otot bisa menyebabkan 90% panas tubuh dengan cara ini. Pengeluaran keringat, di pihak lain, berguna sebagai cara pendingin melawan pemanasan berlebihan. Dua sistem penyeimbang ini bekerja bersama untuk mempertahankan suhu tubuh yang mantap. Sistem ini bekerja jauh lebih cepat & tepat melebihi sistem AC yang ada.

5. MATA = KAMERA

Retina mata adalah alat yang paling peka cahaya di antara seluruh zat. Berbagai jenis sel sensor telah dibuat dengan posisi terbaik untuk menangkap gambar dalam fotografi. Tapi, justru mata secara otomatis menyesuaikan fokus & penglihatan atas kekuatan cahaya luar. Oleh karena itu, mata jauh lebih unggul dari seluruh kamera.

6. TELINGA = HI-FI STEREO

Raambut nyg sangat halus dalam telinga bagian dalam manusia mengubah suara menjadi sinyal-sinyal listrik seperti pada mikrofon. Telinga cuma bisa merasakan suara antara frekuensi 20-20.000 Hz. Spektrum ini paling tepat untuk manusia. Seandainya manusia mendapat spektrum yang lebih besar, maka kita bakal bisa mendengar suara langkah-langkah kaki semut hingga suara frekuensi tinggi di atmosfer. Keadaan ini akan sama sekali gak nyaman buat manusia, karena terus-menerusnya kebisingan.

7. SISTEM KEKEBALAN = ANGKATAN BERSENJATA

Tubuh kita dipertahankan sekitar 200 juta sel-sel darah putih. Seperti halnya tentara, sel-sel darah ini memiliki sistem intelijen, persenjataan mematikan, dan strategi pertempuran khusus. Namun, gak ada tentara di dunia yang setepat waktu & sesempurna serta seberhasil sistem kekebalan.

8. SEL = MESIN

Sel adalah mesin yang sangat efisien menggunakan energi. Sel menggunakan molekul-molekul kecil yang disebut ATP untuk bahan bakar. Efisiensinya dalam pembakaran bahan bakar ini lebih besar dibandingkan mesin mana pun yang dikenal manusia. Di samping itu, sel-sel ini secara serentak mengerjakan berbagai tugas berbeda, yang gak mampu ditangani mesin mana pun yang dibuat manusia.

9. TANGAN = EKSCAVATOR

Tangan bekerja seperti pengungkit. Poros pendukungnya adalah siku, dan di sekelilingnya otot-otot mendukung gerakan melalui pengerutan & istirahat. Ekscavator juga bekerja dengan cara yang sama. Jika ekscavator menggerakan kekuatan yang sama pada semua ragam berat, otot-otot tangan justru dapat mengendalikan besarnya kekuatan yang diberikan.

10. JANTUNG = SISTEM POMPA

Jantung mulai brdetak dalam rahim ibu dan terus berdetak pada tingkat yang beragam antara 70-200 kali per menit tanpa istirahat sepanjang hidup. Selama tiap detakan, jantung bisa istirahat sekitar setengah detik. Jantung berdetak sekitar 10.000 kali sehari. Jantung milik manusia seberat 60 kg memompa sekitar 6,5 liter darah setiap hari. Seumur hidup, jantung memompa cukup darah untuk mengisi 500 kolam renang dengan isi 300 kubik meter. Pompa-pompa buatan gak pernah bisa bekerja begitu lama tanpa perbaikan menyeluruh.

11. GINJAL = SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH

Ginjal manusia menyaring sekitar 140 liter darah setiap hari, melalui 1 juta unit penyaringan kecil yang disebut nefron, & terus berlanjut hingga sekitar 80 tahun tanpa istirahat. Proses pengolahan limbah yang dirancang untuk limbah industri bisa menangani jumlah yang jauh lebih besar, tapi usianya sangat pendek. Selanjutnya, campuran kimiawi zat yang disaringnya jauh lebih sederhana jika dibandingkan dengan darah. Ginjal jauh lebih rumit & efisien dibanding tempat pengolahan limbah manapun.

Hai manusia apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang. (QS Al-Infithar 6-7)

wallahu'alam bishawaf     

Selasa, 03 November 2009

Menyelami Hati dan Perasaan Wanita

Secara latar belakang pendidikan, saya memang bukan seorang psikolog. Tapi saya selalu tertarik mengamati sifat dan sikap yang dilakukan setiap orang. Bahkan sering kali ada beberapa orang yang merasa salah faham, terganggu, atau bahkan GR karena saya melihat atau memperhatikan orang itu secara mendalam. Padahal di balik itu sebenarnya saya hanya mencoba mengamati siapakah sebenarnya pribadi orang itu. Maaf ya... hehehe...

Ada sebuah ungkapan yang menarik untuk mengawali tulisan saya kali ini, yaitu "Hati wanita ibarat sebuah palung di lautan, begitu dalamnya sehingga engkau hampir tak akan menemui dasarnya." Ada juga ungkapan lain yang lebih umum terdengar dalam keseharian kita, yaitu "Perempuan adalah 80 persen perasaan, dan hanya 20 persen akal." Ungkapan kedua tersebut tentunya bukan bermaksud merendahkan martabat perempuan seolah-olah tidak berakal. Sebab pada kenyataannya sekarang banyak juga kita jumpai perempuan-perempuan berotak cerdas.

Sepertinya menarik kalau kita dalami makna dari kedua ungkapan tersebut dari sudut pandang psikologi. Berdasarkan hobi saya tadi - mengamati sifat orang (hehehe...) - saya belajar cukup banyak dari hal itu. Dan akhirnya saya bisa menarik kesimpulan bahwa kedua ungkapan yang saya sebutkan di atas itu memang benar. Bahkan setelah saya membaca beberapa literatur, ternyata hal tersebut saat ini bahkan bisa dibuktikan secara ilmiah dan tidak terbantahkan.

Kalau kita lihat anatomi otak manusia. Ternyata ada perbedaan yang sangat mendasar antara jumlah sel otak perempuan dengan sel otak laki-laki. Menurut penelitian, jumlah sel otak laki-laki kurang lebih 2 milyar sel otak lebih banyak dibandingkan sel otak perempuan. Walaupun jumlah banyaknya sel otak tidak selalu mempengaruhi kecerdasan seseorang, sebab kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh tingkat konektivitas dan koordinasi antar jaringan sel otak. Namun, perbedaan jumlah sel otak ini nampaknya bisa dijadikan salah satu alasan mengapa perempuan lebih dominan menggunakan perasaannya tadi ketimbang akalnya.

Menariknya lagi, walaupun pada umumnya sama, ternyata pola perilaku perempuan juga adakalanya bisa berbeda tergantung tingkatan usia, latar belakang pendidikan, lingkungan sosial, dan keluarga. Contohnya saja dalam hal ketertarikan terhadap lawan jenis. Dalam beberapa kesempatan saya pernah menanyakan langsung pada beberapa orang teman perempuan saya. Saya tanyakan pada mereka tentang sosok laki-laki idaman mereka itu yang seperti apa? Dari riset kecil-kecilan itu saya mendapat beberapa gambaran. Ternyata mereka yang usianya masih dikategorikan remaja menjawab bahwa faktor fisik lah yang menjadi bahan pertimbangan mereka untuk menilai seorang pria itu 'baik'. Kata 'baik' yang saya maksud di sini adalah bukan 'baik' dalam artian memiliki sifat yang baik, tetapi lebih pada sebuah kata yang maknanya dianggap sebagai sesuatu yang ideal. Sedangkan mereka yang usianya dinilai sudah cukup untuk menikah, ternyata lebih mengenyampingkan faktor fisik dan lebih memperhatikan sifat-sifat yang bisa mereka rasakan secara perasaan. Tetapi walaupun dari situ sudah berbeda, menariknya mungkin hampir 90 % perempuan yang saya tanyakan pendapatnya itu ternyata lebih menyukai sosok laki-laki yang "cool" dan cenderung bersikap seperlunya ketimbang yang "pecicilan".

Perempuan yang masih remaja, secara biologis selalu ingin tampil menarik secara seksual. Dia mulai menilai dirinya dengan melihat rekan-rekan sebayanya dan citra perempuan menarik seperti yang digambarkan di media-media. Mereka lebih menilai segala sesuatu sekali lagi lebih kepada pengamatan indera yang berujung pada kondisi fisik seseorang atau dirinya sendiri saja. Lalu apakah itu wajar atau tidak? Jika saya coba jelaskan secara faktor fisiologis hormon dan organ-organ tubuh, hal ini sebenarnya wajar-wajar saja. Semua ini terjadi karena adanya jeda antara masa kanak-kanak (juvenil) sudah berakhir dan masuk pada masa remaja. Ketika peralihan itu, sel-sel hipotalamus otak akan memacu sel-sel hipotalamus pituitari indung telur untuk terus bereaksi. Inilah untuk pertama kalinya otak mereka akan diredam dalam hormon estrogen berjumlah besar. Dari sini pun kita bisa tahu bahwa kebanyakan perempuan itu benci konflik hubungan.

Berbeda dengan perempuan yang masih dalam jenjang usia remaja, mereka para perempuan yang sudah bisa dikatakan melewati masa remaja memiliki cara pandang berbeda terhadap lawan jenisnya. Saat ini, elemen-elemen fisik yang ada pada tubuh laki-laki tidak lagi menjadi bahan pertimbangan yang utama bagi mereka. Walaupun belum tentu itu menjadi sama sekali dikesampingkan. Namun, faktor-faktor lain di luar fisik lah yang ternyata lebih mereka pertimbangkan. Hal ini sudah dibuktikan oleh psikolog David Buss. Beliau melakukan penelitian selama 5 tahun. Beliau meneliti preferensi pasangan lebih dari 10.000 individu dari 30 kebudayaan di seluruh dunia dari Jerman Barat dan Taiwan, bahkan sampai suku Pigmi dan suku Eskimo. Hasilnya, dia menemukan bahwa dalam setiap kebudayaan, perempuan tidak begitu mempersoalkan daya tarik visual seorang calon suami dan lebih tertarik pada attitude (sikap), kecerdasan, kekayaan materi, atau status sosialnya. Selanjutnya akan ada dasar pertimbangan juga bagi wanita bahwa kelak di lelaki ini lah yang akan 'menghidupi' dia dan anak-anaknya. Sehingga pola pikir ini lah yang selanjutnya membuat perempuan dewasa menentukan pilihan yang paling aman bagi mereka. Mereka akan cenderung memilih berpasangan dengan laki-laki yang kemungkinan besar akan tetap mendampinginya, melindunginya dan anak-anaknya, serta mempermudah akses terhadap pangan, papan, dan sumber daya lainnya. Walaupun secara fisik ia sendiri mungkin menilai bahwa calon pasangannya tidak terlalu ideal atau tampan.

Kamis, 29 Oktober 2009

Proses Ibu Mengandung Sampai Melahirkan




Dalam video ini ditampilkan secara 4 dimensi proses saat kita yang manusia ini berawal dari sebuah sel sperma dan sel telur sampai akhirnya lahir dan menjadi seorang bayi mungil. Sebuah video yang banyak mengandung hikmah. Semoga menjadi tergugah hati-hati kita dengan menyaksikannya.

Minggu, 18 Oktober 2009

Citra Satelit Kawasan Rawan Gempa di Seluruh Dunia




Berikut ini adalah gambar-gambar yang diambil melalui Google Earth. Di antaranya nampak gambar beberapa belahan dunia yang diproyeksikan sebagai daerah gempa. Pada gambar tersebut terdapat tanda titik-titik putih. Gambar titik putih tersebut menggambarkan kejadian gempa yang pernah terjadi tepat di daerah yang ditandainya. Semakin banyak titik putih pada daerah tersebut, berarti menandakan semakin sering terjadinya gempa. Hal ini dikarenakan pada daerah tersebut merupakan pertemuan antara beberapa lempeng tektonik yang selalu berherak tiap tahunnya. Selain itu juga daerah tersebut merupakan daerah lempeng vulkanik gunung api yang tingkat keaktifannya masih tinggi.

Fakta Ilmiah di Balik Gempa di Indonesia

Belakangan ini kita yang di Indonesia sering sekali merasakan gempa. Sebagian orang ada yang mengartikan itu hanya sebagai gejala alam semata yang biasa terjadi. Hal tersebut memang ada benarnya. Tapi kita sebagai muslim selayaknya tidak berhenti beranggapan hanya sampai di sana. Sebagai seorang muslim, kita mengimani tentu segala apa yang terjadi, termasuk gempa yang Allah timpakan kepada hambanya tidak lepas dari qadha dan qadar yang telah Dia tetapkan. Bahkan saat ini telah banyak beredar di internet beragam tulisan yang membahas korelasi waktu kejadian gempa-gempa yang baru terjadi di Indonesia dengan nomor ayat dan surat pada Al-Qur'an. Berdasarkan penjelasan yang diberikan penulisnya, ternyata jika waktu kejadian gempa dicocokkan dengan nomor ayat dan surat pada Al-Qur'an, dengan cara jam kejadian dicocokkan dengan nomor surat, dan menit kejadian dicocokkan dengan nomor ayat, maka semuanya akan menunjukkan pada kita bahwa isi dari ayat-ayat Al-Qur'an tersebut merupakan tentang penghancuran suatu kaum.

Namun, kali ini saya tidak akan membahas terlalu dalam mengenai hikmah kejadian gempa yang belakangan ini sering kita rasakan dari sudut pandang agama, karena sudah cukupnya tulisan yang telah membahasnya dengan baik. Walaupun bidang spesialisasi pendidikan saya adalah micro-biotechnology, tapi kebetulan penelitian Tugas Akhir saya ada hubungannya dengan kajian ilmu geologi. Dalam penelitian saya, saya mencoba mencari hubungan antara beragam jenis mineral pada batuan vulkanik terhadap diversitas microfungi dan komposisi kimia di dalamnya. Nah, dari sana akhirnya saya pun "terpaksa" harus belajar ilmu baru di luar bidang saya. Tapi hikmahnya, saya jadi tambah pengetahuan di bidang geologi ini, termasuk gempa. Oleh karena itu, kali ini akan saya coba jelaskan mengenai gempa tersebut dari sudut pandang ilmu pengetahuan.

Gempa adalah sebuah peristiwa pergerakan permukaan bumi yang
diakibatkan adanya gerakan lempeng-lempeng yang ada di dalam lapisan perut bumi. Di dunia ini terdapat 6 lempeng utama dan beberapa lempeng kecil. Lempeng-lempeng ini, senantiasa bergerak sepanjang tahun. Pergerakannya dapat mencapai kecepatan 1 - 7 cm per tahun. Ketika lempeng-lempeng ini bergerak, maka akan menghasilkan suatu perubahan yang lambat pada kondisi geografi Bumi. Sebagai akibatnya, pada bagian permukaan tepat pada daerah gerakan lempeng itu akan mengalami getaran sebagai akibat rambatan gelombang. Getaran yang merambat sampai ke permukaan inilah yang dapat mengakibatkan kerusakan. Tingkat parah atau tidaknya kerusakan di bagian permukaan Bumi tergantung dari skala gempa dan sejauh mana jaraknya dengan titik episentrum (pusat) gempa. Semakin dia dekat dengan titik pusat gempa, maka akan semakin besar pula getaran yang dirasakan.



Jika dilihat dari sudut pandang ilmu pengetahuan, tentunya bisa saja kita katakan kalau ini merupakan gejala alam yang biasa terjadi. Dahulu sebelum kita sering mengalami gempa, kita yang di Indonesia selalu bersikap biasa-biasa saja dengan gempa ini. Padahal, jika saja kita tau, sebenarnya posisi negara kita tepat ada di atas pertemuan tiga lempeng utama dunia. Setelah kejadian Tsunami di Aceh, barulah kita semua menyadari bahwa secara geografis, lokasi negara kita memang benar-benar "tidak aman".

Berikut di bawah ini adalah gambar yang saya ambil dari aplikasi Google
Earth. Gambar tersebut menunjukkan lokasi negara kita yang memang berada tepat di atas pertemuan lempeng-lempeng utama. Gambar titik-titik putih yang ada pada sebagian besar pulau-pulau di Indonesia menandai gempa yang pernah terjadi di lokasi tersebut. Dapat kita lihat bahwa titik putihnya ada yang berukuran kecil dan besar. Ukuran itu menunjukkan kekuatan gempa yang terjadi. Semakin besar diameter titiknya, maka makin besar juga kekuatan gempanya, begitu juga sebaliknya. Bisa kita lihat bahwa terutama bagian Sumatra, pulau-pulau bagian selatan, sebelah utara Sulawesi, sampai Papua menunjukkan daerah-daerah yang sering terjadi gempa. Hanya pulau Kalimantan saja yang hampir sama sekali tidak pernah terjadi gempa.




Jika skala pengambilan gambar ini diperbesar lagi, maka akan tampak seperti gambar di bawah ini. Bisa kita lihat, untuk daerah Asia, ternyata posisi kita sama rawannya dengan negara Jepang. Bahkan Jepang hampir seluruh wilayahnya diliputi oleh titik-titik putih. Untuk dapat melihat gambar-gambar daerah rawan gempa lainnya di seluruh belahan dunia, silahkan klik di sini.



Berdasarkan gambar di atas, dapat kita simpulkan bahwa titik-titik putih yang menggambarkan gempa tersebut tepat berada di antara pertemuan lempeng-lempeng dunia, baik itu lempeng utama maupun lempeng kecil. Kemudian apakah alam tidak memiliki mekanismenya sendiri untuk meredam gerakan lempeng-lempeng dunia ini? Tentu saja alam memilikinya. Itu pula lah salah satu hikmah yang ingin Allah kabarkan lewat Al-Qur'an:

"Dan telah Kami jadikan Bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya Bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (QS. 21: 31).

"Bukankah Kami telah menjadikan Bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?" (QS. 78: 6-7).

Dari dua ayat di atas, Al-Qur'an mengajak kita untuk memperhatikan fungsi yang sangat penting dari gunung-gunung. Seperti yang sudah diberitakan
dalam Al-Qur'an, bahwa gunung mempunyai fungsi mencegah goncangan atau getaran di Bumi. Gunung sendiri terbentuk dari gerakan dan tabrakan yang masif yang akhirnya membentuk kerak Bumi. Ketika dua lempeng bertabrakan, maka yang kuat akan masuk ke bawah yang lainnya. Yang di atas akan membengkok dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Sedangkan bagian bawahnya bergerak di bawah tanah. Ini mengakibatkan gunung juga memiliki bagian yang terus memanjang ke bawah. Akibat pemanjangan ke arah bawah tersebut, maka dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa gunung-gunung tersebut dapat memaku lempengan kerak Bumi. Dengan cara ini, ia memakukan kerak Bumi dan mencegahnya bergerak dari lapisan magma. Sederhananya, kita bisa menggambarkan bahwa Bumi adalah balok kayu, sedangkan gunung adalah paku yang ditancapkan kepadanya.



Bagi mereka yang tidak tinggal di daerah rawan gempa, barangkali tidak terlalu menyadari bahwa Bumi kita sekarang telah benar-benar rapuh. Mereka yang tidak tinggal di daerah yang bukan merupakan pertemuan lempeng tektonik, atau yang bukan pada daerah beraktivitas vulkanik tinggi, tidak akan pernah merasakan bahwa sebenarnya Bumi kita mulai sering sekali terjadi gempa baik dalam skala kecil maupun besar. Padahal jika kita perluas skala pengamatannya hingga di seluruh dunia, kita akan menemukan hasil yang mengejutkan. Menurut data Survey Geologi Amerika Serikat yang dapat mendeteksi dan mensurvei seluruh kegiatan gempa di dunia, dalam setahun saja bisa sampai terjadi ratusan ribu gempa di seluruh dunia. Bahkan dalam sehari saja bisa sampai terjadi lebih dari 30 gempa di seluruh dunia. Fakta ini semakin mengingatkan kita pada suatu hadits yang menyatakan, "Tidak akan terjadi kiamat hingga akan sering terjadinya gempa" (HR. Bukhari). Sungguh telah nampak satu lagi tanda-tanda kiamat.

Semoga dengan uraian di atas dapat membuat kita makin waspada akan kenyataan yang kita hadapi. Sebagai manusia, kita dapat menggunakan akal dan pikiran kita untuk mencegah dampak negatif yang mungkin dapat terjadi akibat gempa. Namun, di sisi lain kita juga harus ingat bahwa kita tidak lebih dari seorang hamba Allah yang hanya menjalankan segala ketentuan yang Allah kehendaki. Sebab, datangnya suatu bencana atau musibah kepada suatu kaum, kita yakini bersama tidak semata-mata hanya disebabkan oleh faktor alam semata. Namun dapat juga disebabkan karena perilaku kaum tersebut yang banyak menyimpang. Sehingga datangnya musibah dan bencana, selain dikarenakan gejala alam, dapat juga dipengaruhi moral kita yang memancing kemurkaan Allah. 

Sabtu, 17 Oktober 2009

Kiamat (memang) Sudah Dekat!

Dalam banyak ayat Al-Quran, kita telah diperintahkan untuk senantiasa merenungi alam semesta dan apa yang terjadi di dalamnya. Manusia akan semakin percaya terhadap sesuatu yang akan terjadi jika tanda-tandanya telah semakin banyak yang terlihat. Sama halnya dengan peristiwa kehancuran dunia yang pasti akan terjadi, kiamat. Sebagai seorang muslim, kita harus mengimani peristiwa yang termasuk salah satu poin dalam rukun iman sebagai seorang muslim. Begitu banyak tanda-tanda akhir zaman yang sekarang telah nampak. Melalui uraian dua buah hadits yang saya sampaikan di bawah, akan saya coba untuk menjelaskan bukti kebenaran atas berita yang telah Rasulullah kabarkan jauh ratusan tahun yang lalu. Kedua hadits tersebut berhubungan dengan beragam peristiwa yang belakangan ini telah semakin sering kita alami khususnya di Indonesia. Kedua hadits tersebut adalah sebagai berikut:

Dari Sahl bin Sa'd bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Akan terjadi di akhir zaman penenggelaman bumi, hujan batu, dan pengubahan rupa, apabila musik dan biduanita telah merajalela dan khamr telah dianggap halal". (HR. Tirmidzi no. 2212, juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 4060, hadits ini shahih)

Dalam hadits lain juga dikabarkan, "Kiamat tidak terjadi sehingga ilmu dihilangkan dan banyak terjadi gempa". (HR. Bukhari no. 1036 dari kitab Al-Jum'ah).

Dari gambaran yang telah disabdakan oleh Rasul pada kedua hadits di atas telah sama-sama kita ketahui bahwa Bumi saat ini telah semakin dekat pada kehancurannya. Pada hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah di atas, disebutkan tiga tanda-tanda akhir zaman yang berkaitan secara kajian geologis.

Pertama adalah peristiwa penenggelaman bumi. Kata "penenggelaman bumi" yang digambarkan Rasulullah berkorelasi dengan peristiwa semakin bertambahnya volume air laut yang disebabkan semakin melelehnya es di Kutub Utara. Peristiwa ini dipicu oleh semakin tingginya suhu di atas permukaan bumi yang sering diistilahkan dengan efek pemanasan global. Sisa-sisa pembakaran bahan bakar karbon dan beberapa zat additif yang dapat merusak lapisan ozon dipercaya menjadi penyebab peristiwa pemanasan global. Secara sederhana, pemanasan global dapat disebabkan oleh berbagai zat emisi karbon yang terjebak di lapisan ozon dapat menghalangi pantulan cahaya matahari yang masuk ke bumi secara radiasi. Akibatnya, sinar-sinar yang telah masuk ke atmosfer bumi, selanjutnya terus merambat hingga ke permukaan bumi. Ketika tiba di permukaan bumi, sebagian berkas sinar-sinar tersebut dipantulkan kembali ke atmosfer. Dikarenakan lapisan atmosfer yang sudah dipenuhi dengan berbagai zat karbon yang akhirnya saling berikatan dengan lapisan atmosfer tadi, selanjutnya membuat sinar-sinar tadi tidak dapat kembali menembus atmosfer untuk diteruskan ke angkasa. Sehingga berkas-berkas cahaya tadi tetap terjebak di atmosfer dan semakin membuat atmosfer bumi terus meningkat suhunya. Peningkatan suhu atmosfer bumi tentu akan berefek pada mencairnya gunung-gunung es di bagian kutub-kutub bumi. Akibatnya permukaan air laut terus meningkat tiap tahunnya. Indonesia saja, akibat proses pemanasan global ini, sampai saat ini kabarnya telah kehilangan 24 pulau karena tenggelam oleh permukaan air laut yang terus meningkat.



Kedua adalah "hujan batu". Sungguh tepat kata yang digambarkan Rasulullah dengan pengistilahan "hujan batu" tersebut. Mengingat pada masa beliau hidup tentulah belum dikenal istilah-istilah ilmiah seperti yang kita kenal sekarang. Namun, penggambaran yang Rasulullah sebutkan dapat kita korelasikan dengan peristiwa hujan meteorit. Meteor merupakan bongkahan batu besar yang menjadi bagian dari formasi dalam sistem tata surya. Sama halnya seperti planet-planet dan bintang-bintang, asteroid dan meteor pun memiliki orbitnya masing-masing di angkasa. Ketika dalam lintasannya mereka berpapasan dengan bumi, maka mereka akan menabrak bumi. Ketika peristiwa itu terjadi, pertama kali meteor akan menghantam lapisan-lapisan atmosfer bumi. Semakin meteor menghantam lapisan-lapisan atmosfer bumi, lama-kelamaan ukurannya akan semakin mengecil seiring dengan semakin banyaknya lapisan atmosfer yang dihantam. Sebagaimana kita tau bahwa bumi kita memiliki 7 lapisan utama yang fungsi utamanya adalah sebagai perisai bumi dari hantaman benda-benda langit yang bertubrukan dengan bumi. Sehingga kalaupun meteor tersebut dapat terus bertahan ketika menghantam lapisan atmosfer, maka biasanya kalaupun sampai ke permukaan bumi, ukurannya sudah menjadi serpihan-serpihan kecil saja. Serpihan kecil itulah yang kemudian disebut meteorit, atau yang digambarkan oleh Rasulullah dengan kata "hujan batu".




Ketiga adalah "pengubahan rupa". Kata "pengubahan rupa" yang digambarkan Rasulullah di sini maksudnya adalah pengubahan bentuk muka bumi. Hal ini sangat berhubungan dengan ayat dalam Al-Qur'an yang menyebutkan: "Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di
tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan." (QS. 27: 88).

Jika kita perhatikan bentuk muka bumi sekarang, tentulah seolah tidak pernah terjadi perubahan. Namun jika kita bandingkan bentuk muka bumi yang sekarang kita tinggali dengan bentuk muka bumi ratusan juta tahun yang lalu, ternyata hasilnya sangat bersesuaian dengan hadits di atas. Bumi kita telah mengalami perubahan rupa dari masa ke masa. Perubahan ini dapat disebabkan karena gerakan kerak-kerak bumi di mana mereka terletak. Kerak bumi letaknya mengapung di atas lapisan mantel yang lebih padat. Dalam buku General Science disebutkan bahwa benua-benua di bumi sebelumnya menyatu ketika pertama kali terbentuk, tapi kemudian terpisah menuju ke berbagai arah, sehingga terpisah ketika menjauh satu sama lain. Menurut Adolf Wegener, ilmuwan asal Jerman yang pertama kali mengemukakan penemuan tersebut, massa tanah bumi bersatu sekitar 500 juta tahun yang lalu dan massa besar ini disebut Pangaea yang terletak di Kutub Selatan.



Kira-kira 180 juta tahun yang lalu, Pangaea terbagi menjadi dua bagian. Pertama disebut dengan Gondwana, yang mencakup Asia, Australia, Antartika, dan India. Yang kedua disebut dengan Laurasia, yang mencakup Eropa, Amerika Utara, dan Asia kecuali India. Selama 150 juta tahun, dua wilayah besar ini terus membagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Benua-benua yang kemudian terbentuk setelah pergeseran dua wilayah besar ini bahkan terus-menerus bergerak pada permukaan bumi beberapa centi meter per tahun, dan merubah rasio laut dan daratan bumi.



Pergerakan lempeng atau kerak bumi ini lah yang kemudian dapat menyebabkan gempa, sebagaimana juga yang disebutkan dalam hadits kedua yang diriwayatkan oleh Bukhari. Jadi, kedua hal itu adalah peristiwa yang saling berkaitan satu sama lain. Kerak dan bagian paling atas dari mantel, dengan ketebalan sekitar 100 KM, terbagi menjadi beberapa segmen yang disebut dengan Lempeng. Di Bumi ini terdapat 6 lempeng utama, dan beberapa lempeng kecil. Lempeng-lempeng tektonik ini terus bergerak di muka bumi yang membawa Benua dan dasar laut dengan gerakan tersebut. Benua-benua ini terus bergerak dengan kecepatan 1-5 cm per tahun. Ketika lempeng ini bergerak, maka akan menyebabkan getaran di bagian atas permukaan bumi, getaran itu lah yang kemudian dikenal dengan gempa. Penjelasan mengenai gempa dan tanda-tanda zaman akhir ini insya Allah akan saya bahas dalam artikel tersendiri, mengingat cukup banyaknya bahasan yang akan dijelaskan.

Uraian yang telah saya jelaskan di atas semoga dapat mempertebal keimanan kita akan kepastian datangnya hari kiamat. Sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Sebab sesungguhnya hari ini adalah saat beramal, bukan berhitung. Sedangkan esok adalah saat berhitung, bukan beramal.