Kamis, 29 Oktober 2009

Proses Ibu Mengandung Sampai Melahirkan




Dalam video ini ditampilkan secara 4 dimensi proses saat kita yang manusia ini berawal dari sebuah sel sperma dan sel telur sampai akhirnya lahir dan menjadi seorang bayi mungil. Sebuah video yang banyak mengandung hikmah. Semoga menjadi tergugah hati-hati kita dengan menyaksikannya.

Rabu, 28 Oktober 2009

Mengemis Kasih


Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menghiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitik nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku

(The Zikr)

Selasa, 27 Oktober 2009

Bukan Air Mata Murahan

Ibnu Qayyim berpendapat bahwa menangis itu ada 10 macam, yaitu:

   1. Menangis karena kasih sayang & kelembutan hati.
   2. Menangis karena rasa takut.
   3. Menangis karena cinta.
   4. Menangis karena gembira.
   5. Menangis karena menghadapi penderitaan.
   6. Menangis karena terlalu sedih.
   7. Menangis karena terasa hina dan lemah.
   8. Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
   9. Menangis karena mengikut-ikut orang menangis.
  10. Menangis orang munafik (pura-pura menangis).

"..dan bahwasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (An Najm: 43)

Jadi, Allah lah yang menciptakan ketawa dan tangis, serta menciptakan sebab terjadinya. Banyak air mata telah mengalir di dunia ini. Sumbernya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia tidak pernah kering meneteskan airnya setiap hari tanpa putus-putus. Seperti sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti. Bahkan kalaulah air mata itu ditampung, mungkin banjirlah dunia ini.

Apakah menangis itu tercela atau terpuji? Ada tangisan yang sangat dicela, umpamanya meratapi mayat dengan meraung dan memukul-mukul dada atau merobek-robek pakaian.

Ada pula tangisan yang sangat terpuji, yaitu tangisan karena menginsafi dosa-dosa yang lalu atau tangis karena takut akan azab dan siksa Allah.

Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah mata seseorang meneteskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang dari suatu kaum menangis, maka kaum itu akan dirahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka."

Nabi Adam a.s. menangis selama 300 tahun tanpa mendonggak ke langit karena merasa takut terhadap dosa yang telah ia lakukan. Dia bersujud di atas gunung dan air matanya mengalir di jurang. Lalu Allah mendengar dan menerima taubat Adam dan mewahyukan, "Hai Adam sesungguhnya belum Aku pernah menciptakan air lebih lezat daripada air mata taubat mu!."

Janganlah menangis kalau tak tercapai cita-cita, sebab bukan kah Tuhan yang telah menentukannya?

Janganlah menangis karena menonton film hindustan atau drama.

Janganlah menangis karena cinta tak berbalas, sebab mungkin dia bukanlah jodoh yang telah Tuhan tetapkan.

Jangan menangis kalau uang kita hilang di jalanan, sebab mungkin kita kurang bersedekah.

Janganlah menangis kalau tidak dinaikkan pangkat, yakin lah rezeki itu adalah pemberian Tuhan.

Maka...

Simpanlah air mata - air mata tangisan itu semua sebagai bekal untuk menginsafi di atas segala kelalaian yang telah melanda diri, segala dosa-dosa yang berupa bintik-bintik hitam yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah SWT. Seru lah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopak mata agar ia menetes membasahi dan mencuci hati agar ia putih kembali. Semoga ia juga dapat melebur dosa-dosa dan akan mendapat ampunan-Nya jua.

Junjungan Mulia bersabda "Ada 2 biji mata yang tak tersentuh api neraka, mata yang menangis di waktu malam hari karena takut kepada Allah SWT dan 2 biji mata yang menjaga pasukan fi sabillah di waktu malam."

"Di antara 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah di hari qiamat, yaitu seseorang yang berzikir sendirian lalu mengenang tentang kebesaran Allah SWT lalu bercucuran air matanya."

"Jika tubuh seseorang hamba gemetar karena takut kepada Allah, maka berguguran lah dosa-dosanya bak gugurnya dedaunan dari pepohonan kering."

Berkata Salman Al Faarisi r.a "Aku dibuat menangis atas 3 perkara:

   1. Berpisah dengan Rasulullah SAW dan para sahabat-sahabat.
   2. Ketakutan seorang yang perkasa tatkala melihat malaikat Israil datang mencabut nyawanya.
   3. Aku tidak tahu di akhirat kelak aku akan di perintahkan untuk ke surga atau neraka.

Air mata itu tanda rahmat Tuhan. Rasulullah SAW bersabda: "Jagalah mayat ketika kematiannya & perhatikanlah 3 perkara:

   1. Apabila dahi nya berkeringat.
   2. Airmatanya berlinang.
   3. Hidungnya keluar cairan seperti ingus.

karena hal-hal tersebut menandakan rahmat Allah SWT untuk si mayat. (riwayat dari Salman al Faarisi)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara: "Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan, lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu, Hatimu takut dan gemetar kepada kehebatan Rabbmu, dan dosa-dosa yang silam disulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu."

Selasa, 20 Oktober 2009

Kemana Perginya Tarbiyah yang Dulu?

Selayaknya, bagi jiwa-jiwa yang mengazzamkan dirinya di jalan ini, menjadikan dakwah sebagai laku utama. Dia lah visi, dia lah misi, dia lah obsesi, dia lah yang menggelayuti di setiap desah nafas. Dia lah yang akan mengantarkan jiwa-jiwa ini kepada ridho dan maghfiroh Tuhannya kelak (Izzis).

Sungguh...

Aku rindu suatu masa ketika halaqoh adalah kebutuhan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan.

Aku rindu suatu masa ketika membina adalah kewajiban, bukan pilihan apalagi beban dan paksaan.

Aku rindu suatu masa ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan.

Aku rindu suatu masa ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan.

Aku rindu suatu masa ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan dan hujatan.

Aku rindu suatu masa ketika nasihat menjadi kesenangan, bukan su'udzon atau menjatuhkan.

Aku rindu suatu masa ketika setiap kader selalu memberi untuk Islam, tanpa mengharapkan menerima untuk setiap kerja dakwahnya.

Aku rindu suatu masa ketika seorang kader akhwat tidak hanya menghiasi dirinya dengan jilbab lebar warna warni, tetapi juga ikut menghiasi akhlaknya.

Aku rindu suatu masa ketika seorang kader ikhwan ikut liqo atau halaqah hanyalah berlandaskan keikhlasan semata, tanpa ada embel-embel niat untuk mendapatkan akhwat berjilbab.

Aku rindu suatu masa ketika setiap kader tidak hanya menghiasi dirinya dengan simbol-simbol Islam, tetapi senantiasa mengaplikasikan substansi mendasar Islam.

Aku rindu suatu masa ketika setiap kader tidak hanya sekedar mencatat atau menghafal materi tarbiyah, tetapi juga fokus pada tataran pemahaman dan amal.

Aku rindu suatu masa ketika kita semua memberikan segalanya untuk dakwah ini.

Aku rindu suatu masa ketika nasyid ghuroba menjadi lagu kebangsaan.

Aku rindu suatu masa ketika hadir di liqo adalah kerinduan, dan terlambat adalah kelalaian.

Aku rindu suatu masa ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas.

Aku rindu suatu masa ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh dakwah di desa sebelah.

Aku rindu suatu masa ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infak, alat tulis, buku catatan dan Qur'an terjemahan ditambah sedikit hafalan.

Aku rindu suatu masa ketika seorang binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo.

Aku rindu suatu masa ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat berita kumpul subuh harinya.

Aku rindu suatu masa ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya.

Aku rindu suatu masa ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya.
 
Aku rindu zaman itu...
Aku sangat rindu...
Suatu zaman yang pernah kami alami bersama, dahulu.

Ya ALLAH,
Jangan Kau buang kenikmatan berdakwah dari hati-hati kami.
Jangan Kau jadikan hidup ini hanya berjalan di tempat yang sama.

Ya Rabbi... istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kami di jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itu pada kami sekarang, niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya. Ampunilah kami ya Allah... Tolonglah kami membersihkannya hingga cermin hati kami dapat bercahaya kembali. Kabulkanlah ya Allah.